part of my life

part of my life
suju the last man standing

Senin, 28 April 2014

Fanfiction_Donghae_Thank You, Good Bye (part 2)




Title:  Thank you, Good bye
Author: Molina a.k.a Kim Ji Eun/Han Ji Ahh
Genre: sad romance cast:  main :
                                -Lee Donghae (SUJU)
                                -Cho Kyuhyun (SUJU)
                                - Han Ji Kyung (oc)
     Support:

                                -Suzy (miss A)
                                -Krystal (fx)
                                -Kris (exo)
                                -Eunhyuk (SuJu)
- park jungsoo (leeteuk suju)                 -(find by your self)

part 2

FOURTH


selamat nyoyna anda hamil…”

dari hasil USG anak anda adalah seorang namja”

“maafkan aku nyonya, tapi anak anda tidak akan bisa sama dengan teman-temannya… dia mempunyai sedikit perbedaan dengan anak lainnya…”

Sorang wanita yang usianya tidak muda lagi terllihat memegangi dadanya, dadanya seakan penuh dengan sesak, oleh ingatan masa lalu, yang kembali berputar di otaknya setelah melihat sebuah album foto yang menggambarkan kecerian seorang ibu dan anak lelakinya. Foto itu  menggambarkan bagaimana anak berwajah tampan itu mulai belajar merangkak, berdiri dan berjalan…, foto lainnya menggambarkan anak laki-laki itu sedang bermain bersama ibunya dengan penuh kasih sayang.

anak ini tidak ada gunanya, sudah ku bilang kau sebaiknya membuang anak ini…”
“tidak suami ku, aku menginginkannya bahkan melabihi nyawa ku..”
“kau memang wanita keras kepala….”

kau mau kemana yeobo…? “
“itu bukan urusan mu… sebaiknya kau urus saja anak mu yang cacat itu”
“tapi… kami membutuhkan mu! jangan pergi yeobo…!”
Pada akhirnya air mata wanita itu jatuh, ia menutup kembali album foto tersebut, dia sudah hampir 25 tahun mencoba melupakan masa lalunya, tapi dia masih tidak bisa. Kenangan itu terlalu indah dan perih sehingga susah untuk melupakanya.
Tok..tok… terdengar suara yang berasal dari pintu rumah tersebut. Wanita paruh baya tadi langsung mengelap air matanya, takut jika anaknya curiga.
“sayang… kau sudah pulang. Bagaimana dengan penampilan mu sore tadi?” Tanya wanita itu. lelaki yang merupakan anaknya tersebut memegang pipi ibunya dan mengelusnya, penuh dengan kekahwatiran karena mata ibunya tampak sembab, sentuhan dan tatapan lelaki itu mengisyaratkan kata ‘Kenapa mata mu sembab, apa eomma menangis? Tapi mengapa?
Wanita paruh baya tersebut, berbalik mengelus pundak ananknya.
“eomma tidak apa-apa, tadi eomma kelilipan debu sewaktu membersihakan kamar” bohongnya.
Lelaki itu menyilangkan tangannya di depan dada, dan memberikan tatapan curiga pada eomma nya tersebut.
“aigoo, kenapa kau curiga ? Donghae percayalah pada eomma mu ini eum…?”
Lelaki bernama Donghae tersebut tidak mau memaksa eomma nya untuk menceritakan apa yang sedang menggangu pikirannya. Dia tersenyum pada eommanya, lalu berlagak lapar dengan mengelus perut datarnya itu.
“aigoo, anak eomma pasti sangat lapar, kajja… kita makan. Eomma sudah membuatkan makanan kesukaan mu.”. Donghae hanya mengangguk dan mengikuti langkah kaki eommanya.
Bagi sebagian orang mungkin dongahe tidak sama dengan anak lainya, sejak lahir dia memang tidak bisa berkomunikasi dengan baik. Tapi eommanya tidak sedikit pun perduli dengan pandangan setiap orang pada putra tersebut. Bagi eommanya Dongahae lebih berharga dari pada apapun, meskipun itu nyawa dan hidupnya sendiri.
 Dan, Berkat semangat eommanya itulah, donghae bisa berdiri tegak seperti saat ini. Baginya suara eommanya dalah suara gemericik air surga, belaian eommanya bagai sentuhan lembut butiran salju, bahkan lebih lembut lagi. Dia sangat mencintai eommanya meskipun tidak pernah ia katakana secara langsung.
eomma penampilan ku hari ini berjalan baik, aku dan Eunhyuk mendapat pujian dari pengunjung restoran,’. Tulis donghae pada sebuah booknote kecil, di sela-sela aktivitas makannya.
“eomma tau itu, karena… kau adalah pemain gitar terhebat yang eomma pernah lihat sayang…!” puji nya.
jinjja? Baiklah tunggu sebentar eomma…’. Setelah selasai menulis, donghae pergi kemarnya. Eommanya hanya melihat dengan sebuah senyuman kecil di sudut bibirnya. Wanita yang bermarga Lee ini sangat bersyukur kepada Tuhan, karena Ia telah memberikannya anak yang baik, bahkan terbaik untuknya. Ia tidak pernah menyesal sedikit pun memiliki donghae.
Tak beberapa setelah itu, donghae kembali dengan sebuah gitar yang mengalunkan lagu “I LIVE MY LIFE FOR YOU”. Setiap petikan gitar yang ia mainkan terdapat kasih sayang untuk eommanya Siapapun orang yang mendengarnya alunan nada ini pasti akan merasa terharu.
Seluruh tubuh wanita itu bergetar, begitu juga air matanya yang mengalir seperti hujan di sore hari. Melihat eommanya menangis donghae menghentikan permanian gitarnnya. Donghae mengusap lembut air mata yang menggenangi pipi ibunya. Donghae manatap eommanya, tatapan yang seakan menanyakan “eomma kau kenapa? Apa aku menyakiti mu?
“tidak, eomma tidak apa-apa. Permainan mu bagus, ini adalah air mata kebahagiaan. Memiliki putra seperti mu adalah kebahagian ku,  aku mencintai mu anak ku. di dunia ini hanya diri mu lah yang ku miliki. Jadi berjanjilah pada eomma kau tidak pernah meninggalkan eomma.”
Donghae mengabil booknote kecilnya, lalu menulis beberapa kata-kata di sana.
eomma jangan menangis lagi, aku juga bahagia memiliki ibu seperti mu, kau wanita terhebat yang Tuhan ciptakan, aku bersyukur karena wanita hebat itu adalah ibu ku sendiri. Aku berjanji tidak akan pernah meninggalkan mu eomma” tulis donghae,
Ibu donghae tersenyum pada  putra semata wayangnya itu, donghae pun ikut tersenyum dan memeluk eommanya. Sungguh ruangan terebut di penuhi oleh cinta kasih dari ibu dan anak ini.

Hari ini, di sebuah perusahaan besar seorang wanita, terlihat sedang gugup. Dia ragu apakah ia akan memasuki sebuah ruangan kramat yang di huni oleh sesosok setan tampan. Ji kyung mencoba mengetuk pintu ruangan itu, namun ia mengurungkan niatnya, hal tersebut terjadi sampai 3 kali
“apa yang kau lakukan di depan ruangan ku”. Ucap seorang pria dari belakang, yang membuat ji kyung menoleh ke arah sumber suara tersebut.
“kau…?  Apa yang kau mau lakukan lagi  di sini?” lelaki yang adalah presedir di perusahaan tersebut tersentak kaget dengan kedatangan ji kyung.
“aku.., aku di minta oleh tuan park…” belum selesai berbicara, kata-kata ji kyung dipotong  oleh seseorang
“aku yang meminta nona Han untuk menjadi sekeretaris mu, untuk sementara waktu” ucap junsso
“tapi hyung.. dia masih muda.. apa dia memiliki kemampuan untuk bekerja” ucap kyuhyun sembari memandang Ji Kyung dengan tatapan meremehkan. Ji kyung tak mau kalah dia malah mendelik kepada kyuhyun, mata mereka bertemu dengan tatapan penuh kebencian, seakan-akan mereka mau melahap satu sama lain. Jungsoo, hanya tersenyum geli melihat kelakuan kedua orang ini, mereka sama-sama bukan anak kecil lagi tapi kelakuan mereka tidak lebih baik dari seorang anak TK .
“sudahlah…, bagaimana kita berikan kesempatan kepada nona Han dulu Cho Kyuhyun, setidaknya ada yang akan mengurus jadwal mu, ingat dalam 1 bulan ini kau sudah 3 kali mengganti sekretaris, aku tidak punya “stok” wanita yang mau menjadi sekretaris mu tuan cho”
“terserah kau saja hyung”. Kyuhyun berucap dengan pasrah, dia memasuki ruangannya lalu membating pintu sangat keras, dia cukup di buat kesal oleh ulah sepupunya tersebut.
“jika bukan karena ibu dan ayahku meminta mu untuk menjaga ku, mungkin sudah ku lumat habis kau hyung…” marah kyuhyun.
Sementara di luar ruangan, jungsoo tersenyum penuh arti pada ji kyung yang masih mematung menatap  geram pintu yang baru saja di banting oleh kyuhyun.
“adik ku memang begitu, jadi tolong bersabarlah.. kau pasti bisa nona Han fighting…” jungsoo berusaha memberikan semangat pada ji kyung, namu ji kyung malah  menatap geram pada jungsoo, ji kyung  berpikir seenaknya saja dia menyuruh ji kyung bersabar, dan apa maksud kata-kata “fighting” dia pikir ini akan berjalan dengan semudah itu. melihat tatapan geram Ji Kyung junsoo, nyali jungsoo menciut, ia memutuskan untuk pamit dari hadapan ji kyung.
“aish…, apa ini benar-benar terjadi pada hidup ku? mengapa harus orang seperti kyuhyun? Tuhan semoga saja ini hanyalah mimpi, dan segeralah bangunkan aku Tuhan…” mohon ji kyung penuh harap.
Perlahan namun pasti ji kyung memasuki ruangan Kyuhyun. Ji kyung sangat berhati-hati membuka pintu ruangan tersebut , terkesan seperti seseorang anak yang takut tertangkap basah oleh orang tunaya karena pulang malam. setelah berhasil memasuki ruangan keramat tersebut, dia menatap kyuhyun yang tengah sibuk memerikasa beberapa berkas yang tertumpuk rapi di mejanya.
Dengan setelan jas hitam, hari ini cho kyuhyun terlihat sangat mempesona, bentuk tubuh yang bagus dan wajah yang tampan, tidak di pungkiri lagi siapapun yang melihatnya akan terpesona. Termasuk mungkin Ji Kyung, yang sedari tadi diam melihat aktivitas bosnya tersebut. Apakah ji kyung mulai terpesona? Atau mungkin sajatidak.., bagi ji kyung sampai kapanpun ia akan membenci orang yang duduk di hadapannya itu.
“hem.., apa kau kesini hanya untuk diam? Sudah ku tebak, kau bukan orang yang bisa bekerja.?” ucap kyuhyun tanpa sedikitpun berpaling dari map berisi berkas-berkas penting tersebut.
“ania.., bukan begitu, Aku adalah orang yang bisa di percaya…!” ji kyung mencoba meyakinkan kyuhyun
“Aku hanya ingin memperkenalkan diri ku terlebih dahulu?”
“untuk apa, bukankah kita sudah bertemu kemarin..? bahkan kau sepertinya kau sudah tahu semua tentang diri ku” kini cho kyuhyun menatap ji kyung, yang membuat seluruh tubuh ji kyung merinding.
“kejadian kemarin, kita anggap sebagai kesalah pahaman saja, bagaimana?. Bagaimanapun juga kita sekarang berada di tempat yang sama..!”
“melupakannya…?” kyuhyun bangkit dari duduknya, dan melangkahkan kaki mendekati ji kyung. Kyuhyun semankin dekat, dan dekat. Kini jarak merka hanya tersisa beberapa centi meter saja. Kyuhyung mencodongkan wajahnya mendekati wajah ji kyung. Tubuh  ji kyung memanas,dan matanya terpejam. Dia berharap lelaki di depannya ini tidak berbuat yang macam-macam, tapi mungkin  disaat seperti ini, fantasi Ji Kyung menjadi sedikit berlebihan.
“ kita lihat saja nanti…..” . ucap kyuhyun sembari menyeringai bak mafia jahat di film-film.
Setelah itu kyuhyun berlalu pergi  meninggalkan ji kyung yang masih terdiam dalam gelapnya. Karena matanya belum juga kunjung dia buka. Merinding? Ya,… itulah yang ji kyung rasakan setelah mendengar ucapan kyuhyun tadi. Marah? Tentu.. rasa itu yang mendominasi hati ji kyung, dia merasa cho kyuhyun meremehkan nya. selama ini tidak satupun orang yang berani meremehkan bahkan tidak menghormati dirinya, tapi seorang cho kyuhyun yang  hanya dia kenal sejak kemarin, sudah berani berlaku tidak sopan pada dirinya.
“cho kyuhyu….! Lihat saja nanti. Aku bersumpah kau akan bertekuk lutut di hadapan ku. akan ku buat kau tidak bisa tidur karena  ku.. Aku Han Ji Kyung ,akan ku buktikan siapa aku sebenarnya,” ucapnya penuh  geram,
“ahh… ini semua membuat ku gila, baiklah… kita buktikan sekarang tuan cho, aku adalah sekretaris yang bisa kau handalkan…” kata ji kyung penuh seringai.
Ji kyung mengambil alih meja sekretaris, dia mulai berbenah. Mengecek semua jadwal, dan melakukan  pekerjaan sebagaimana sekretaris pada umumnya. Untung saja dia tidak pernah membolos kuliah, sehingga dia sedikit banyaknya tahu tentang mekanisme bekerja sebagai sekretaris.
FIFTH
Ji kyung berjalan gontai, tubuhnya seakan mau remuk. Mengingat cho kyuhyun mengerjainya hari ini, membuat amarah ji kyung sudah hampir diambang batas. Cho kyuhyun menyuruh ji kyung mengabil ini dan itu, mengganti kopi sampai lima kali, memfotocopy banyak lembaran berkas, dan tak lupa cho kyuhyun mau ji kyung banyak  belajar tentang mengelola perusahaan dan bagaimana menjadi sekretaris yang baik. Sehingga di tangan ji kyung  saat ini terpajanglah bebebrapa buku, yang melihat tebalnya saja sudah membuat siapapun pusing.
“cho kuhyun… kau benar-benar iblis berwajah manusia. Bisa-bisanya kau melakukan ini pada ku…! apa kau sudah puas sekarang? Aku yakin kau tertawa dengan baik hari ini.” ucap ji kyung sinis. Tangannya seakan sudah tak kuat lagi membawa buku tebal seperti itu. dia memutuskun untuk beristirhat sebentar di sebuah taman.
“tuan..?” ji kyung kaget melihat pria yang dia sangka sebagai penculik kemarin.
Donghae membuka matanya, yang sedari terpejam. Dia tersenyum yang menandakan ia senang bertemu lagi dengan ji kyung.
“apa seoul begitu sempit, sehingga orang yang aku jumpai hanya kau saja tuan?” ucap ji kyung penuh dengan senyum
Deonghae memukul kecil kursi di sampingnya, ia ingin ji kyung juga duduk di sana.
“kau menginginkan ku duduk di sebalah mu, tapi apakah tidak apa-apa? Kau tau kan aku sudah menuduh mu yang tidak-tidak. Apa kau tidak marah pada ku?” Tanya ji kyung bertubi-tubi. Donghae pun menggelenkan kepalanya, dan menepuk kembali kursi panjang yang ia dudukki.
Tanpa pikir panjang lagi, ji kyung mengikuti perintah lelaki yang ada di depannya itu. “tuan, sejak kita bertemu aku belum tahu nama mu. nama ku Han Ji Kyung..!” ucapnya dengan senyuman yang sangat manis. Donghae lalu mengambil sesuatu di tasnya, yang membuat ji kyung terheran,
“apa yang di lakukan lelaki ini? jangan-jangan dia akan mengambil senjata untuk membunuh ku, aku tahu dia pasti membeci ku karena tingkah ku kemarin. Baiklah aku terjebak dalam senyumnya, aku yakin itu hanya untuk berkamuplase, eomma aku belum mau mati seperti ini…! tidak..tidak ji kyung, hari ini kau terlalu banyak berfantasi.” Ucap batin ji kyung
kenapa kau melamun?, nama ku lee donghae senang berkenalan dengan mu..! dan untuk masalah yang kemarin aku sudah memaafkan mu, jadi tidak usah takut pada ku, aku bukan mafia, hanya saja aku memiliki kekurangan, mianhae.. membuat mu tidak nyaman  tulis donghae pada booknotenya, lalu menyodorkannya pada ji kyung.
Ji kyung kembali terdiam membaca tulisan lelaki yang kini ia sudah ketahui namanya tersebut. Dia cukup memahami arti kata “kekurangan” dalam tulisan donghae. Ji kyung kembali merasa dirinya bukanlah orang yang baik, selalu saja menyimpulkan sesuatu secara cepat.
“mianhae tuan lee, aku yang justru membuat mu tidak nyaman..” ucap ji kyung lirih.
“ania…, itu sama sekali bukan masalah. Kita anggap kejadian kemarin itu suatu ketidaksengajaan saja bagaimana? Dan berapa umur mu?” tulis donghae lagi
“baiklah tuan..! umur ku 19 tahun, kenapa?”
“kau masih sangat muda, tapi apakah seorang pria berusia 26 tahun itu terlalu tua bagi gadis muda seperti mu? kenapa kau selalu saja memanggil ku dengan sebutan “tuan”?” tulis donghae mencoba menggoda ji kyung. Ji kyung merasa bersalah lagi
“mianhae, tuan.., hem lalu bagaimana aku memanggil mu?”
“apa kau mau bersahabat dengan ku..? sepertinya kita akan bertemu lagi setelah ini” tawar donghae, ji kyung mengangguk. Baginya apa salahnya berteman dengan donghae, dia cukup sopan, tidak seperti cho kyuhyun.
“baiklah, panggil aku sesuka mu.?” tulis donghae, tulisan donghae kali ini membuat ji kyung heran, tadi bukakankah dia tidak suka dipanggil tuan? Tapi sekarang dia membebaskan ji kyung memamnggilnya sesuka hati? Dia benar-benar aneh.
“baiklah, aku akan memanggil mu oppa saja, karena kau jauh lebih tua dari ku. bagaimana?”
“oppa? Terdengar tidak terlalu buruk”, donghae tersenyum bahagia, dia tidak pernah tersenyum bahagia sebelumnya kecuali saat dia bersama eommanya. Ji kyung pun ikut tersenyum, bahagia rasanya melihat senyum donghae, semua beban yang sedari tadi ada di pundak ji kyung seakan hilang di hapus oleh senyuman seorang lee donghae, ji kyung beanar-benar merasa lain hari ini. entah karena apa, dia sangat merasa beruntung bertemu dengan lelaki seperti donghae.
Beberapa saat berlalu, Hanya desiran angin malam, yang menemani keheningan yang terjadi di antara donghae dan ji kyung. Ji kyung dan dongahe sama-sama tidak tahu dari mana  memulai percakapan lagi, mereka terlihat sama-sama canggung.
“aku lihat kau , membawa banyak buku? Apa kau baru pulang dari kuliah?” tulis donghae memulai percakapan.
“ania.., ini adalah hadiah sang malaikat bersayap hitam oppa,” jawab ji kyung lemah.
“malaikat bersayap hitam? Seperti apa itu? yang aku tahu  malaikat hanya bersayap putih” tanyanya polos.
“benarkah? Wah berarti kau banyak di kelilingi orang-orang baik..! aku jadi iri “ jawab ji kyung. Donghae menggaruk tekuknya yang tak gatal, donghae sama sekali tidak mengerti maksud dari ji kyung.
“sudahlah oppa, kau tidak perlu memahami perkataan ku tadi. Ayo kita pulang, aku sudah sangat merindukan kasur ku yang empuk setelah seharian bertarung dengan malaikat bersayap hitam itu”
apa kau tidak keberatan jika aku mengatar mu?” tawar donghae
“benarkah? Tapi apa itu tidak merepotkan mu?’
tidak ,sama sekali tidak..” tulis donghae dngan cepat.
“hem.., baiklah! Gamsahamida oppa”, ucap ji kyung sembari tersenyum pada donghae dan sudah pasti donghae juga membalasnya dengan senyuman paling manis. Dan lagi-lagi hal tersebut membuat tubuh ji kyung menjadi sedikit aneh dari biasanya.
Ji kyung meraih buku tebal yang tadi berada di atas kursi panjang itu, namu dengan cekatan donghae mengambil alihnya dengan cepat. Donghae hanya tersenyum menyambut tatapan ji kyung. hati ji kyung berdegup, seolah-olah sedang ada seseorang yang menabuh gederang di dalam sana. Namun dengan cepat ji kyung menepis semuanya, sebelum imajinasi liarnya datang lagi.
“gomawo, oppa…” ucap ji kyung pelan, tubuhnya masih di selebungi perasaan-perasaan yang sama sekali ia tidak ketahui. Hari ini benar-benar membuat ji kyung gila, bertemu dengan 2 orang sekaligus yang membuat dunianya berubah dan menjadi gila. Malaikat bersayap hitam dan Malikat bersayap putih dengan  waktu yang bersamaan datang ke dalam hidupnya. Ini bagaikan di film-film romance, yang ji kyung sering tonton.
“gumawo oppa…” . kata ji kyung sesampainya di depan rumah sewa kecil miliknya, tak lupa ia memberikan kembali helm yang ia kenakan tadi pada donghae. Donghae hanya mengangguk dan tersenyum seperti biasanya.
Ji kyung melambaikan tangannya, pada donghae. Rasanya sedikit tidak rela melepaskan donghae pergi,
“pabo…, kau baru beberapa kali bertemu dengannya…! Kenapa kau bisa merasakan sesak setiap melihat matanya, dan kenapa juga tubuh mu menjadi panas ?” ucapnya pada dirinya sendiri
“ish…,ini aneh…! Aku  rasa aku memang gila” gumamnya sendiri.
Ji kyung memasuki rumahnya yang kecil, rasanya sangat berbeda. Rumahnya dahulu jauh lebih besar dan bagus dari rumah ini, tapi rumah kecil ini  jauh lebih nyaman dan berharga bagi ji kyung. meskipun dia marah, tapi dia tidak membenci ayahnya. Dia dan ibunya sesering mungkin menjeguk ayahnya yang ada di balik jeruji besi. Keadaan keluarga yang  berbeda 180  derajat  ini membuat dia bisa jauh lebih dekat dengan ayahnya yang dulu selalu sibuk dengan urusannya sendiri.
“aigoo.. eomma, kenapa kau membuat ku kaget saja..?” ucap ji kyung penuh kaget, bagaimana tidak keadaan rumah yang gelap, namun tiba-tiba eommanya muncul begitu saja di hadapan ji kyung, sambil menyeringai penuh arti kepada putrinya itu.
“nugu?” Tanya eommanya penuh selidik
“apa? Siapa maksud eomma?” Tanya ji kyung balik
“lelaki yang mengantar mu tadi?”
“dia.. dia adalah orang yang menabrak ku dulu eomma, apa eomma masih ingat.?”
“ah.! namja yang kau, hujat habis-habisan itu?”
“eomma… jangan ungkit lagi masalah itu..!” ji kyung menjadi malu jika mengingat kejadian tempo hari.
“apa kau berkenalan dengannya? Siapa namanya? Apakah dia seorang pria yang baik? Tanya eommanya tanpa henti.
“eomma…, kenapa kau bertanya seperti itu?”
“sudahlah.., jawab saja eum…!?”
“namanya lee donghae, dia adalah pria yang baik dan lembut.” Jawab ji kyung tersenyum mengingat kejadian di taman tadi.
“jinjja…? Apa putri ku ini menyukainya?” Tanya eommanya penuh selidik,
“ania…, bagaimana mungkin aku menyukainya aku saja baru berkenalan dengannya” elak ji kyung.
“benarkah..? tidak sedikit pun?” goda eommannya
“eomma….! Sudahlah, jangan membahas donghae lagi.” Ucap ji kyung dan berlalu ke kamarnya. Eommanya menatap penuh senyum kepada putrinya tersebut.
“ganti baju mu sayang.., lalu makanlah yang banyak arraseo?” ucap eomma ji kyung , sembari tersenyum, yang mungkin tak semua orang tahu akan arti dari senyuman wanita paruh baya itu.
“nde, eomma” teriak ji kyung dari dalam kamar
Seulas senyuman tak henti-hentinya terpancar dari wajah tampan lee donghae. Ini rasa teraneh yang ia pernah rasakan. Mungkinkah dia menyukai seorang han ji kyung? tapi mengapa begitu cepat? Atau ini hanya perasaan karena ini pertama kalinya ada seorang wanita yang mau dekat dengannya? Mengingat begitu banyak kekurangan yang ia miliki, apakah han ji kyung mau menatapnya? Atau hanya kasihan kepada dirinya?.
“kau kenapa sayang..?” Tanya seseorang, yang membuat lamunan donghae terhenti. Donghae hanya menggeleng pelan.
“apa ada yang mengganggu pikiran mu?” Tanya wanita itu lagi, lagi-lagi donghae menggeleng pelan, lalu tersenyum kepada eommanya, sebagai tanda kalau dia memang baik-baik saja.
“baiklah, kalau begitu tidurlah lebih awal. Bukankah besok kau harus tampil di unniversitas seoul? Tadi eunhyuk menelpon agar eomma mengingatkan mu “
Donghae menepuk jidatnya, dia sungguh lupa jika besok pagi dia dan eunhyuk akan tampil di sebuah unniversitas. Terkadang dia memang menjadi seseorang yang pelupa. Donghae mengambil notebook kecilnya dan menulis beberapa kata-kata di sana.
gumawo eomma, aku sungguh lupa dengan hal itu.” tulisnya.
“sudah ku duga, …” ucap eommanya yang di ikuti sedikit tawa kecil darinya.
“baiklah, eomma akan membangunkan mu pagi-pagi sayang..” sahut eommanya lagi.seperti biasa donghae hanya menyambutnya dengan senyuman di wajah cerahnya tersebut.
SIXTH
“ish.., aku terlambat, bagaimana ini? presedir cho pasti marah besar pada ku?”ucap ji kyung kesal, dia berjalan dengan cepat menuju halte bus. Namun dewi fortuna nampaknya sedang berpihak padanya, belum sampai di halte bus seorang lelaki tampan menghentikan laju sepeda motornya di depan ji kyung. ji kyung menatap lelaki tersebut dengan penuh tanda tanya. Lelaki tersebut kemuadian membuka helm yang ia kenakan, tampaklah seorang lelaki berwajaha cerah, siapa lagi jika bukan lee donghae.
“oppa…” seru ji kyung , saat mengetauhi bahwa lelaki itu adlah lee donghae.
Donghae melambaikan tangannya, pada ji kyung. dengan senang hati  ji kyung menghapiri malaikat bersayap putihnya tersebut.
“oppa mau kemana?”. Tanya ji kyung. namun donghae malah menepuk kursi belakang sepeda motornya.
“apa kau sedang ingin menawari ku sebuah tumpangan?” tanya ji kyung lagi. Donghae mengangguk dengan antusias.
“gumawo oppa, kau sungguh malaikat ku hari ini.” ucap ji kyung tanpa basa basi lagi dia naik ke atas motor donghae.
“cho corp , kau tau tempat itu kan oppa?”.
Donghae mengangguk , dan menyalakan mesin motornya kembali, dan menuju tempat yang ji kyung tunjukan.
“kemana wanita itu? apa dia tidak mempunyai jam? Sudah ku duga dia memang seorang anak kecil yang tidak bisa apa-apa” gerutu cho kyuhyun.
“lihatlah nanti han ji kyung, kau akan mendapat upah yang setimpal karena keterlambatan mu hari ini.” ucap kyuhyun penuh seringai.
Seorang gadis cantik berlari dengan tergesa-gesa, sesekali ia menabrak beberpa orang yang ada disana.
“mianhae..” ucap gadis itu saat ia menabrak salah satu karyawan yang ada di sana.
Dengan perjuangan yang begitu keras, akhirnya ia sampai juga di tempat tujuan. Sebelum ia memasuki ruangan atasannya itu, dia mencoba menormalkan dirinya terlebih dahulu. Dia menarik napas lalu menghembuskanya. Namun saat ia akan mencobanya lagi, dia dikagetkan dengan kehadiran seseorang dari balik pintu yang terpangpang didepanya itu, yang membuat ia malah tersedak, dan terbatuk-batuk.
“kau di sini rupanya? apa kau sudah bosan hidup eoh..?. bentak kyuhyung pada ji kyung. ji kyung hanya mampu menundukan kapalanya. Betakanya pada ji kyung juga  menjadi daya tarik tersendiri bagi karyawan dan karyawati disana, memang bukan hal baru jika seorang Cho Kyuhyun membentak sekretarisnya, namun hal tersebut seolah menjadi hiburan  tersendiri bagi pegawai lainnya.
“mianhae tuan cho..” ucap ji kyung pelan, namun dalam hatinya ji kyung amat sangat marah dengan atasannya itu.ingin rasanya ji kyung meluapkan sumpah serapahnya, mengumpat dengan kata-kata kasar kepada lelaki di hadapannya itu. namun hal tersebut urung di lakukannya, mengingat ia hanya sebatas manusia yang lemah, dan tidak bisa berbuat apa-apa. Karena dalam hal ini memang dirinya lah yang bersalah.
“hanya kata maaf yang kau bisa ucapkan? Apa kau pernah mendengar istilah “ time is money”? Apa kau tidak mempunyai jam eoh?” betaknya semakin keras, dia menatap ji kyung yang diam membeku. Tak sengaja dia melihat pergelangan tangan ji kyung. memang benar saja ucapan kyuhyun, sama sekali tidak ada jam tangan terpajang di sana.
“di mana jam tangan mu gadis kecil?” tanya kyuhyun masih dengan nada geram.
“itu.. aku menjualnya untuk sewa rumah” jawab jikyung polos. Entah karena apa perasaan kyuhyun menajadi iba pada gadis ini.
“ikut aku..” perintah kyuhyun. Namun ji kyung masih saja diam yang membuat kyuhyun geram. Kyuhyun pun menyeret pergelangan tangan ji kyung. sehingga seisi kator menatap mereka dengan tatapan yang tak bisa di jelaskan.
“kita.. kita mau kemana tuan…?” tanya ji kyung pelan
“diam.. dan ikuti saja.”perintah kyuhyun lagi. Ji kyung kini hanya dia, tanpa protes sedikit pun, dia kesal namun tak tahu harus berbuat apa.
“masuklah..”peritah kyuhyun sesampainya mereka di tempat mobil kyuhyun terparkir
“shireo…,aku tidak mau masuk sebelum aku tahu kita akan kemana. Jangan-jangan kau mau berbuat yang tidak-tidak pada ku kan? Tuan.. tolong maafkan aku aku tidak akan pernah terlambat lagi.”. rupanya hari ini ji kyung berfantasi lagi.
“ apa kau kira aku kan membunuh mu? atau kau berpikir aku akan berbuat yang…, ish apa kau cukup cantik untuk itu? jangan bercanda kau nona Han, bahkan kau tidak termasuk dalam tipe ku. cepat masuk jangan membatah..!” ucap kyuhun.
“yak… apa maksud mu uhh..?” teriak ji kyung.
Kyuhyun mendekati tempat di mana ji kyung berdiri. Lalu menarik tangannya lagi.
“kau gadis kecil yang berisik. cepat masuk, atau aku akan benar-benar melakukan hal yang tidak baik pada mu”. ucapan kyunhyun membuat tubuh ji kyung merinding, dia sudah merasa terpojokan, dan tak mampu lagi berbuat apa-apa selain menuruti perintah bosnya itu.
Tak ada satu pun percakapan diantara mereka, mobil audy mewah kyuhyun seolah-olah seperti kuburan, hening dan sepi.  ji kyung lebih memilih menikmatai pemandangan kota seoul dari balik jendela mobil. Begitu juga dengan kyuhyun yang terlihat lebih fokus mengemudi.
Tak perlu menunggu lama, mereka pun akhirnya sampai di tempat tujuan. Kyuhyun keluar dari mobil terlebih dahulu.  Ji kyung menatap heran kepada kyuhyun, kenapa kyuhyun berhenti di salah satu  pusat perbelanjaan terbesar di korea tersebut.
“apa kau ingin berada di dalam terus..?” ucap kyuhyun dingin
“nde.., aku turun” jawab ji kyung kesal.
“sebenarnya kita mau…” belum selesai bicara tangan ji kyung di tarik lagi oleh kyuhyun. Kyuhyun tahu betul jika ia meladeni gadis ini pasti mereka akan berdebat panjang lagi.
Ketika memasuki pusat perbelanjaan tersebut mata pengunjung akan di suguhi berbagai macam produk, mulai dari make up, aksesoris, baju dan lain sebagainya, yang tetunya dengan harga yang sangat mewah. Mata ji kyung tak henti-hentinya terpesona dengan produk yang terpajang di setiap etalase toko. Sudah lama, sejak ayahnya di penjara dan kehidupannya juga terbalik ji kyung tidak pernah lagi merasakan berbelanja barang-barang mewah.
Langkah kaki mereka terhenti di sebuah toko yang menjual jam tangan. Jam tangan yang di jual di toko itu sangat cantik dan mempesona bagi  ji kyung. sementara kyuhyun melihat koleksi jam yang ada di toko itu,  mata ji kyung tak henti-hentinya tertuju pada salah satu jam tangan, yang berwarna silver dengan hiasan kupu-kupu kecil dan bebearapa butiran mutiara mengelilinginya, yang semakin  membuat jam tangan itu sempurna di mata ji kyung. jam tersebut mengalihkan pikiran ji kyung dia seakan lupa mengapa ia di paksa, berada di tempat oleh atasannya tersebut.
“apa kau menyukainya?” tanya kyuhyun, ia menyadari bahwa sedari tadi ji kyung terus memandangi jam tangan itu.
“an..ania..! oh.. apa kau kesini ingin membeli jam tangan baru..!” tanya ji kyung
“tidak..” jawab kyuhyun singkat, sementara matanya terus tertuju pada jam tangan yang terpajang rapi di toko itu.
“ah.. atau kau ingin membeli ini untuk kekasih mu..? wah.. kau memilih orang yang tepat , aku mempunyai selera yang baik dalam memilih hadiah untuk seorang wanita, katakan… pada ku orang seperti apa dia?”
“aku tidak memiliki kekasih…” jawabnya. Yang membuat ji kyung terpojok malu
“ jangan banyak bicara, dan pilih lah mana yang kau sukai..”ucap kyuhyun namun  kini kyuhyun menatap ji kyung.
“mwo? Aku tidak perlu itu!” tolak ji kyung, dengan sinis. Baginya kyuhyun seolah-olah sedang merendahkan dirinya.
“aku tidak mau ada pegawai di kantor ku terlambat, gara-gara hanya hal sepele.” Ucapnya enteng
“apa kau terlalu banyak uang tuan? Oh… sepertinya Tuhan sangat menyayangi mu.  kau memang tercipta dengan banyak kelebihan, bahkan kau dengan leluasa menikmati uang mu, sesuka hati mu, tanpa memikirkan apapun juga, tanpa menghawatirkan apa kau masih bisa bertahan hidup setelah kau membuka mata di esok pagi?” ucap ji kyung dengan nada keras sampai karyawati yang ada di toko itu di buat kaget. Kali ini ji kyung tak bisa menahan tangisnya, dia sangat membenci orang yangseolah sedang meremehkannya itu.
“simpanlah uang mu tuan. Dan apa kau tahu tuan, setelah malam di mana tidak ada bintang satupun di langit,  aku memutuskan tidak akan menangis lagi. Tapi hari ini kau membuatnya jatuh. Terimakasih atas semua yang kau lakukan hari ini.” ucap ji kyung masih dengan tangisnya. Dia pergi berlari meninggalkan kyuhyun yang masih terdiam. Kyuhyun tidak tahu harus mengatakan apa? Dia bingung mengapa tiba-tiba ji kyung marah padanya, padahal maksud dia mengajak ji kyung ke sini itu baik. Tapi mengapa ia di sangka meremehkan ji kyung.
“gadis itu…”. kyuhyun geram atas tindakan ji kyung, dia pun ikut berlari mencoba mengejar ji kyung.
Ji kyung terus berlari tanpa memperdulikan kyuhyun yang mencoba mengejarnya. Namun sial, dia menabrak seseorang.
“apa yang kau lakukan.? Kau kira ini taman bermain?” bentak seorang wanita muda  yang ia tabrak tadi.
“mianhae, nona. Aku tidak sengaja “ ucap ji kyung
“kau ini….” ucapan gadis itu terpotong oleh kedatangan kyuhyun.
“han ji kyung, akhirnya kau berhenti juga” ucap kyuhyun yang membuat kedua gadis berbeda umur itu menoleh ke arah kyuhyun.
“oppa….” Teriak gadis itu
“kau…” kata kyuhyun kaget.
Ji kyung hanya bisa tertegum melihat kedua orang yang kini sedang saling menatap dengan tatapan yang sangat tajam itu.
“mianhae.., aku tidak bisa berada di sini lagi”
“jangan pergi aku mohon.., “
“untuk apa aku ada di sini, aku juga mempunyai mimpi ku sendiri”
“tapi…
“aku akan tetap pergi, mianhae”
Klise kisah masa lalu kini mendominasi sebuah meja di restoran mewah yang terkenal dengan hidangan ala eropa yang sangat lezat itu. tatapan dua orang berbeda jenis gender ini seakan menyiratkan perasaan mereka. Kyuhyun yang terkenal dengan tatapan dinginya kini bertambah buruk dengan tatapan seperti kilatan petir yang ingin menyambar semua yang ada di sekitarnya, namun lain halnya dengan wanita di depannya. Tatapan penuh keraguan juga kesenangan mendominasi wajah cantiknya. Ji kyung lagi-lagi hanya bisa diam di tengah suasana seperti itu, dia meruntuki dirinya kenapa dia hanya pasrah saat di seret oleh kyuhyun, hingga ia harus ikut terjebak di dalam restoran penuh hawa tidak baik ini.
“sudah lama sejak…” ucap gadis itu membuka suara, namun dengan cepat juga kyuhyun memotong ucapan gadis, dengan penampilan modis itu.
“saat itu kita baru berumur 15 tahun, jadi kita anggap itu hanya permainan anak kecil okey?” kata kyuhyun enteng, dia berdiri lalu menarik tangan ji kyung dengan pelan.
“ayo sayang, kita pergi..”  ajak kyuhyun, namun kata-kata kyuhyun tadi sontak membuat mata ji kyung dan wanita di hadapan mereka tersentak kaget dan membulatkan matanya.
Kyuhyun memegang erat tangan ji kyung. Ji kyung sendiri tidak tahu harus mengatakan apa. Dia hanya menuruti kata-kata yang ia anggap itu adalah sebuah perintah. Sebelum ji kyung dan kyuhyun jauh melangkah wanita itu bangkit dari duduknya.
“tunggu..? apa gadis di sebelah mu itu kekasih mu?” tanyanya. Mau tak mau ji kyung dan kyuhyun berbalik badan karena pertanyaan itu.  Ji kyung sebenarnya mau mengtakan “tidak” tapi rupanya kyuhyun memang selalu menjadi yang tercepat.
“iya, dia kekasih ku?” jawab kyuhyun dingin
“benarkah..?”. wanita itu seolah-olah tidak yakin dengan ucapan kyuhyun
“baiklah, aku harap kau menjaga wanita itu baik-baik. Jangan sampai dia sembarangan menabrak orang lagi..” ucapnya dengan memandang ji kyung  sinis yang menyiratkan  bahwa wanita itu tidak menyukai ji kyung.
“terimakasih sudah memperhatikannya , “. Kata-kata kyuhyun tak kalah sinis, dia kembali menarik pergelangan tangan ji kyung, dia benar-benar ingin pergi dari hadapan wanita itu.
Wanita tersebut memandang hampa kepergian kyuhyun. Kekosongan tiba-tiba menghiasi hatinya, kerinduan yang terpendam selama ini pupus hanya dengan waktu yang singkat.
“kau tahu, sudah 10 tahun aku menunggu saat seperti ini. tapi dengan mudahnya kau membuatnya hancur cho kyuhyun…! Aku rasa kau benar-benar tumbuh menjadi cho kyuhyun yang angkuh dan tidak pernah mengakui kekalahanya atau mungkin kau memang tidak pernah terkalahkan karena ke egoisan mu. aku yakin, pada suatu saat nanti kau akan mengerti arti kata “kalah” dan “mengalah”.. Cho Kyuhyun!” sebuah senyum sinis mengiringi ucapan yang keluar dari bibir indah wanita itu.


bagaimana? bagus atau jelek? kritik dan saran please :)

Sabtu, 18 Januari 2014

FF EUNHYUK SUPER JUNIOR || YOU ARE BAD NAMPYEON, BUT... (CHAPTER 2)







Cerita sebelumnya::

~PLAK…!!!  once again, ia menampar anae-nya itu. “op… oppa, mianhae. Hiks…
“jangan pernah meminta maaf, pada ku! bila kau tidak bisa mengembalikan semuanya seperti sedia kala. Arraseo?”.
“ooppa…, aku…
“aw…, ringisan dari gadis itu terdengar lagi ketika eunhyuk menghempaskan tubuh Hanna sehingga terdampar (?) di ujung tempat tidur. Tapi eunhyuk oppa, sama sekali tidak perduli dengan ringisan Anae-nya tersebut, dan memilih memasuki kamar mandinya.

cekidot, warning banyak typo dan tulisan ngawur abis........!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
.
.
.


~Eunhyuk pov::

Brak…!!! Ku banting pintu kamar mandi…., aku sungguh kesal… sungguh muak dengan semua ini…., aku benci diri ku sendiri. Aku tidak pernah bisa menahan emosi ku, come on lee hyuk jae…., kau ini manusia bukan hewan yang tidak punya otak ! tidak seharusya kau bersikap sedemikian rupa pada yeoja itu…., boleh saja kau membencinya, tapi kenapa kau mencaci dan tega memukul gadis itu eoh…?? Kau bukan manusia hyuk jae…!
aku terduduk di bawah guyuran shower, aku menangis sambil menggigit bibir ku, aku kecewa dengan apa yang aku lakukan…!

“argh…, aku membenci mu lee hyuk jae…, kau namja paling br***s*k…!. Aku mengutuk diri ku sendiri, “pabo… pabo…, kau pabo….” Ku pukul sekeras mungkin kepala ku…, ya tuhan.. kenapa aku tidak bisa menahan diri ku? sampai kapan seperti ini, aku selalu berusaha untuk tidak melihatnya, karena itu akan membuat ku sakit dan berakhir dengan emosi yang meluap…! Dari awal sudah ku bilang aku tidak ingin hal ini terjadi, aku juga ingin memulai hidup yang baru setelah pernikhan ku dengannya, tapi ternyata…, rasa benci ku pada keputusan orang tua ku…, rasa cinta ku terhadap Yuri, yeoja ku.., lebih mendominasi…!
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~******************************~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ aku lihat dia sedang menyiapkan sarapan pagi di meja makan, aku tidak minat memandanginya, bukan karena rasa benci ku, tapi aku malu dengan apa yang aku lakukan padanya. Mainhae….!!
“ oppa, kau sarapan sendiri ne? aku harus ke kantor ada hal yang perlu aku kerjakan” katanya, dia selalu memberikan aku senyum terbaiknya, tapi aku… ah…! Kau bodoh Hanna~ssi, kenapa kau masih mau bertahan dengan ku? jelas-jelas aku bukan namja yang baik. L
Aku hanya diam, enggan untuk membalas ucapanya. Aku sudah bilang, aku ini malu padanya.
~eunhyuk pov end~


~hanna pov::
“aku pergi ne, anyeong..” kata ku lagi. Namun tak ada respon dari namja itu. Jangankan untuk merespon, melihat aku pun rasanya berat baginya. Apa dia amat sangat membeci ku…! hey… aku ini manusia, yang bicara pada mu saat ini manusia…. Bukan batu… argh…!! Ingin rasanya aku menggebrak meja makan itu. Tapi aku tidak mau melakukan hal ini, cukup pertengkaran hari ini…, aku sudah muak melihat matanya yang merah, meski aku melawan pada akhirnya aku juga yang kalah…, aku ini hanya yeoja lemah… hiks…!

Ku kemudikan mobil ku dengan kecepatan yang di atas rata-rata…! Aku tidak peduli dengan orang-orang di jalanan sana, aku menangis sejadi-jadinya…, huawahhh…. T_T
Aku meminggirkan mobil ku, aku menghapus jejak-jejak air mata ku. aku normal kan kembali diri ku…! aku tidak boleh terlihat kacau, di hadapan orang tua ku.., aku ingin mereka hanya mengetahui bahwa aku bahagia bersama eunhyuk oppa. Sebenarnya aku tadi berbohong aku tidak kekantor, melainkan ke rumah orang tua ku. kemarin mereka menelpon ku untuk datang kerumah katanya ada yang mau mereka bicarakan, tapi apa ya??.
Sebelum ku jalankan lagi mobil ku, aku poles wajah ku dengan bedak, kau tau kan aku punya bekas kebiruan.., aku harus menutupinya… lagipula riasan ku sempat kacau tadi karena air mata.

@Kim’s house

Aku parkirkan mobil ku di depan rumah, rumah ini masih sama…! Aku sangat rindu suasana rumah ini…! Aku pencet bel yang ada di depan pintu gerbang…! Terlihat seorang ahjumma yang sudah tua membuka pintu untuk ku, Cho ajuhmma tersenyum manis pada ku, dia adalah assistant rumah tangga kami, ia sudah sangat lama mengikuti keluarga ku…, tak jarang dia lah menjadi pengganti eomma, saat eomma harus pergi keluar negeri menemani appa. “nona Hanna.. kau datang, aku sangat merindukan mu.., sudah 2 minggu kau tidak pernah kesini lagi” katanya sedih, aku pun memeluknya. Aku sangat suka di peluk ataupun memeluk seseorang, karena hal itu bisa membuat ku sangat tenang.
“mianhae ahjumma, aku sedang ada proyek di kantor, sehingga aku jarang memiliki waktu luang..! tapi ahjumma jangan kwatir, sekarang aku sudah free.., aku janji aku akan sering-sering ke sini…!” ucap ku, dia melepas pelukan ku… aku menatap ahjumma cho.
 “ayo, kita masuk..! tuan dan nyonya sudah menunggu mu nona…”
“nde, kajja…”. Aku mengikuti langkah kaki ahjumma Cho, ia mempersilakan ku memasuki ruang makan.
Aku melihat orang tua ku, oppa ku , dan juga kakak ipar ku… (*kakak ipar-nya hanna, author sendiri..!!~kekekeke// ngarep -_-)
“anyeonghaseyo, eommonim.., Aboji…, oppa eonni…!” ucap ku lalu sedikit merunduk.
 “anyeonghaseyo nado.., hanna~ssi, ayo bergabung bersama kami,” ajak kakak ipar ku. aku pun duduk di samping ji ahh eonni. Appa memandang ku sekilas, lalu focus lagi pada korannya. Aku melihat ngeri tatapan appa ku…, ada apa ini? Sepertinya serius sekali…!!
“aigoo.., kau sepagi ini sudah ada di sini anak ku, jangan-jangan kau belum menyiapkan makanan untuk suami ya?” kata eomma, aish.. kenapa ia malah memikirkan Eunhyuk oppa, aku saja belum sarapan gara-gara, aku di suruh kesini pagi-pagi.
“aish, eomma! Aku terkadang memang ceroboh, tapi untuk hal itu aku tak mungkin lupa..!” bela ku. eomma hanya mengangguk, dan tersenyum. Aku melirik appa ku lagi, dia masih fokus menatap korannya, namum bisa ku rasakan aura yang tak enak di sekitarnya.
“Lee Hanna, aku ingin bicara pada mu…! Kajja ikut aku…” akhirnya appa ku mengeluarkan suaranya juga, aku menatap eomma…, namun eomma hanya memberikan aku isyarat agar aku mengikuti appa.

@garden house
Angin yang berhembus, menerpa dedaunan di sekitar taman rumah ini…, dia juga seakan ikut mengambil bagian dalam dinginnya suasana antara aku dan appa.
“appa, waeyo?” aku memulai pembicaraan ku pada ayah, ini lebih baik daripada sama sekali tidak ada yang mau berbicara duluan.
“bercerailah dari eunhyuk….”, DUAAARRR…, bagai petir, sungguh ucapannya membuat ku kaget setengah mati. Seenaknya saja menyuruh ku bercerai…, tidak…, aku kali ini tidak ingin di atur lagi, aku sudah cukup dewasa untuk memilih masa depan ku.
“mwo??, ap..apa… yang appa katakan? Cerai?? Tapi kenapa??” Tanya ku, meski hati ku cukup hancur mendengar kata-katanya tapi aku harus tetap tenang dan menghormati beliau!
“apa kau bahagia?”
“aku cukup bahagia..” jawab ku tegas, appa menarik napasnya berat
“dengan tatapan mata seperti itu, siapa yang ingin kau bohongi eoh?. Aku sudah cukup lama hidup di dunia, aku tau isi hati seseorang hanya dengan melihat manik matanya. Kau tertekan kan?”
“ania…, Appa dengarkan aku baik-baik…! Aku cukup BAHAGIA bersama suami ku. dan aku mohon appa jangan egois…, aku sudah cukup sakit karena keegoisan appa” aku meladak kali ini, ucapan ku mungkin agak keras kali ini. Aku tidak peduli lagi…, aku berlari  dari taman belakang menuju mobil ku,

 “nona kau kenapa??” Tanya ahjumma cho kawhatir, yang tak aku pedulikan.. mungkin ia heran melihat ku berlari sambil menangis. Aku berlari tanpa memperdulikan keberadaan eomma, dan oppa ku.
“chagi~ahh, kau mau kemana?” teriak eomma ku yang masih bisa ku dengar.

Aku membuka pintu mobil ku kasar, namun seseorang menahan tangan ku, saat  aku hendak memasuki mobil, dia langsung memeluk ku 
“neo gwenchana?” Tanya laki-laki yang tak asing lagi bagi ku
“oppa, wae…? Appa jahat…, kenapa dia begitu jahat pada ku? apa aku ini bukan anak kandungnya? Seenaknya saja ia menyuruh ku ini.. dan  itu…, tanpa sedikit pun memikirkan perasaan ku?” aku luapkan semuanya, tangis…emosi.. kecewa…! Semua ku tumpahkan di pelukan kakak ku 
“sttz…, sudahlah kau tenang..! dan jangan berpikir yang macam-macam! Kau tau.. , appa tidak seburuk yang kau kira…! Dia hanya ingin melihat mu bahagia, jika saat itu ia tidak menjodohkan mu dengan eunhyuk, mungkin saja kau akan menikahi namja yang salah…! Lee Sungmin, dia ada di penjara saat ini, karena kasus penggelapan uang”  ucapan oppa ku berhasil membuat ku kaget
“mwo? Jinja?, aku sudah tidak peduli dengannya oppa” jawab ku, aku sedih mendengarnya, tapi itu bukan menjadi urusan ku lagi.
“dan satu lagi, meski appa berhasil menyelamatkan mu dari namja bre***sk itu, Appa punya penyesalan yang lain…, ia menyadari keputusannya itu salah…! Kalian tidak saling mencintai, ia tahu itu.. ia menyesal menikahkan mu dengan Eunhyuk! Kau tau…, ia selalu memikirkan mu.., jika ia bisa menarik mu saat berada di altar, mungkin dia sudah membawa mu pergi dari tempat itu, tapi hal itu sangat sulit di lakukan. Dia sangat menyayangi mu Hanna. Aku tau ini berat bagi mu, tapi aku yakin kau yeodongsaeng ku yang paling kuat.,” kata yesung oppa, ia semakin mempererat pelukannya, aku mencerna satu-satu, ucapan yesung oppa. Aku sekarang mengerti, apa maksud appa. Aku tau kau amat sangat mencintai ku appa, sampai-sampai kau mengusahakan berbagai cara untuk melindungi ku dan membuat aku bahagia…, gumawo appa…, nado saranghae…! Tapi untuk kali ini, aku akan berusaha sendiri menemukan kebahagaian ku. aku tidak akan bercerai dari Eunhyuk oppa, aku tidak mau…!
“oppa, gumawo” kata ku tersenyum dam melepas pelukannya.
“nde, cheonma, ini memang sudah jadi  kewajiban ku sebagai seserorang kakak. Kau tidak usah segan pada ku…! heheh”
“nde oppa, tapi aku boleh bertanya sesuatu pada mu, tidak?”
“mwoya??”
“bagaimana rasanya saat kau jatuh cinta pada Ji Ahh eonni? Selidik  ku padanya
“wae kau menanyakan hal itu? Ahh… jangan-jangan kau mulai jatuh cinta pada hyuk jae ya??” tebaknya sambil menyeringai
“molla…, aku sendiri bingung dengan apa yang aku rasakan padanya”
“begini nae yepuun dongsaeng, saat kau melihatnya tubuh mu akan bergetar…, darah mu berdesir, jantung berdegup, hati mu seakan mau meloncat keluar, dan satu lagi…, your brain…! Otak mu tak akan berhenti memikirkannya, bayangangan wajahnya akan selalu ada di pelupuk mata mu,”, aku hanya terdiam mendengarkan kata-kata oppa ku, sambil menghubungkan semua yang ia ucapkan dengan keadaan tubuhku yang serasa abnormal jika berada di bersama Eunhyuk oppa.
“jadi bagaimana? Apa kau merasakan hal itu…?” Tanya nya membuyarkan hayalan ku
“oppa,….”
“nde…….??”
“ gumawo…..” MUAACH…, aku mencium pipinya dengan semangat setedik kemudian aku menggodanya dengan memeletkan lidah, dia hanya melongok. Aku memasuki mobil mewah berwarna putih, milik ku…, sebelum dia menjitak ku…!
“yak.. gadis nakal… ~tsk..!!” aku melihat ia kesal, dengan perlakuan ku. namun sedetik kemudiaian tersenyum pada ku aku bisa melihatnya jelas dari kaca spion ku. gumawo oppa, kau banyak membantu ku hari ini J
~hanna pov end~

~author pov:: apa yang ayahnya ucapkan memang sukses membuat Hanna marah, kecewa dan sedih…, namun dukungan dari kakaknya, membuat ia semangat lagi…! Kini ia bisa lebih tenang apalagi setelah ia meyakinkan perasaan yang ia punya. Ya….! Rasa itu… rasa cinta!. Ia melanjutkan perjalanannya menuju kediaman sahabatnya Ji Eun, ia menyadari bahwa ia juga jarang mengunjungi rumah ke 2 chigunya itu.

Di lain tempat, tepatnya bandara incheon. Tampak seorang laki-laki, yang baru datang dari perjalanan jauhnya, sambil menyeret (?) kopernya.
“anyeonghaseyo Tuan muda, “ sapa lelaki paruh baya padanya “ohh, ajuhssi yeong,anyeonghaseyo” ucap namja itu sangat ramah pada supir keluarganya itu
“mari saya bawakan, koper tuan” tawarnya
 “tidak perlu ahjussi, kau cukup tunjukan dimana mobilnya” tolaknya halus, dengan suaranya yang sangat khas. “nde, tuan..” ucap ahjussi yeong. dia hanya menuruti perkataan tuan mudanya ini. Dia sudah sangat memahami sifat tuan mudanya ini, yang tidak akan pernah mau merepotkan seseorang di sekitarnya.

~~~~~~~~~~************~~~~~~~~~~~
Sepanjang perjalanan, namja itu hanya diam dan lebih memilih untuk menikmati pemandangan jalanan kota seoul.
 “oh ya, ahjussi…, bisakah kau antarkan aku ke jembatan tua itu?” katanya, membuka pembicaraan di dalam mobil itu. 
“jembatan tua itu lagi?, kenapa setiap tuan pulang ke korea, hanya tempat itu yang menjadi tujuan favorit anda?” ahjussi yeong sedikit menyelidik. Namja itu hanya tersenyum 
“ada yang aku cari disana…” jawabnya
“mwoya?” 
“hanya sekeping masa lalu ku , ah…! Apa kata-kata ku itu memusingkan ahjussi…” ia terkekeh supirnya pun ikut terkekeh meski ia tidak tau masa lalu apa yang tuan mudanya maksud.

At Bridge::
Namja itu menyusuri jembatan tua itu, jalanan yang sangat sepi…, masih sama dengan 5 tahun yang lalu, hanya saja beberapa tembok bekas perumahan yang terletak tidak jauh dari jembatan itu terlihat sudah semakin rapuh. “aku merindukan tempat ini…” desahnya
“cinta pertama ku? haha lucu sekali… aku masih saja mengharapkan yeoja itu, yang bahkan aku hanya sekali bertemu dengannya..,” gumamnya akhirnya ia sampai di sebuah tembok tua, yang sudah sangat usang, kotor dan rapuh… 
“10 tahun bukan waktu yang singkat, tapi aku masih saja mengingat mu Kim Hanna…! Aku  masih ingat bagaimana kejahilan mu mengerjai supir pribadi mu, yang tak akan pernah ku lupa adalah kau memanggil ku dengan sebutan OPPA, lucu rasanya ketika mengingat kejadian itu…” ia bergumam sendirian lagi, sambil menepuk beberapa dedaunan yang basah akibat hujan kemarin.
Sudah hampir setengah jam ia berada di tempat itu, ahjussi yeong kemudian menyusulnya. 
“mianhae tuan muda” ucap ahjussi yeong, membuyarkan lamunan namja itu. Entah apa yang ia lamunkan
 “nde ajusshi, waeyo?”
 “kita harus cepat, tuan dan nona kim sudah menunggu mu…!”
 “ah nde…” jawabnya pasrah, rasanya sangat enggan ia meninggalkan tempat ini. Ia selalu yakin bahwa ia akan menemukan yeojanya itu lagi. Dia sering kesini setiap kali pulang ke seoul, hanya untuk satu harapan yaitu bertemu yeojanya itu.
~author pov end~

~hanna pov::
Key dan Ji eun, menyambut ku dengan baik saat aku sudah sampai di istana mereka. kami membicarakan banyak hal. Terutama ji eun yang semngat sekali dengan kehamilannya yang sudah mencapai 6 bulan, “hanna kau tau tidak, dia sudah bisa menendang-nendang di dalam sana. Ah,, dia pikir perut ku ini bola” katanya, aku lihat key menatap istrinya itu dengan senyuman khas seorang key.
“perut mu bukan bola, mana ada bola sebesar ini” balas ku, aku terkekeh. Sedangkan ia hanya mem-pout kan bibirnya.
 “aish, kau meledek ku…! awas nanti jika kau hamil ya.., kau juga akan merasakan hal yang sama. Bagaimana apa sudah ada tanda kau akan hamil?”. Yak… kenapa ia harus menanyakan hal itu, jangankan hamil, menyentuh ku saja ia tidak pernah. Aku bingung harus menjawab apa. 
“apa kau dan suami mu …” Tanyanya menyelidik
 Tiba  key mengambil alih pembicaraan kami, dan mernagkul istrinya, dia seakan bisa mengetahui mimik wajah ku.  kau memang malaikat ku key.
“aish, gadis cerewet…, beginilah teman mu, hanna~ssi. Dia terlalu bersemangat dengan kehamilanya, dia sangat menyayangi calon aegy-nya. Tapi dengan ku…, dia malah sering tidak menghiraukan ku..” ucap key. Yang langsung mendapatkan tatapan tajam Ji Eun. aku hanya tersenyum menanggapi ucapan key.
“yak…, apa yang kau ucapkan ahh?, tentunya aku sangat menyayangi calon anak ku. dan apa peduli ku pada mu namja PINK,…!, uh.. setelah lahir aku tidak akan biarkan anak ku dekat-dekat dengan mu, aku tidak mau dia ketularan jadi pinky boy seperti mu.” Ucap Ji Eun sambil meledek suaminya.
“aish.., aku suami mu, dan yang ada di perut mu juga anak ku, apa hak mu melarang ku dekat anak ku sendiri, bahkan jika bukan karena aku, kau tak mungkin bisa hamil kan?” katanya sambil meenyeringai. Ji Eun hanya diam, mungkin ia merasa terpojok, apa yang Key katakana itu Benar bukan?? ~hahahahahahaha…., aku tertawa puas melihat mereka berdua. Tatapan Ji Eun, kini beraalih pada ku.
 “yak.. apa yang kau tertawakan eoh?, kau senang chigu mu ini di bully oleh namja pink ini?” ocehnya. Key hanya tersenyum sambil melirik ke arah ku.
 “ haha, namja pink…? Dia suami mu, kau mau jadi istri yang durhaka karena tidak sopan memanggil key ah?” “nde…, kau benar Hanna~ssi, ayo… 2 lawan 1, aku yang menang yeah…” jawab key, sambil merangkul ku, kami pun saling beradu telapak tangan.
 “ini tidak adil, kalian jahat…! Teganya memBully wanita hamil seperti ku” 
“siapa suruh meledek ku…” jawab key… memeletkan lidah nya pada Ji Eun. Ji Eun hanya mendengus kesal. aku mendapatkan hiburan gratis tiap kali kesini, ~kekekekee. di tengah-tengah tawa kami, karena tingkah Ji Eun, handphone ku tiba-tiba bergetar. Aku lihat nama yang tertera di layar ponsel ku. eomma mertua ku yang menelepon, ada apa ya?? Aku beranjak untuk menjauh, dan memberikan isyarat pada kedua pasangan itu bahwa aku harus mengangkat telepon.

“yeobseyo?”
…………..”
“nde aku ke sana sekarang…” jawab ku
“………..”
“nde eomma, tunggu aku ne”
~biipp…, aku matikan handphone, ku! aku menghela napas berat ada apa lagi ini…, kenapa eomma mau bertemu dengan ku, aku memiliki feeling yang tak enak.

“ aku pergi dulu ne, kalian jangan bertengkar lagi..” pamit ku sambil mencubit pipi Ji Eun
 “yak.., appo!” ringisnya
 “nde hati-hati di jalan hanna~ssi,” ucap Key…
 “iya, kau harus lebih sering kesini…, aku sangat kesepian di rumah, hanya ada aku dan ahjumma pembantu. Key akhir-akhir ini juga sering lembur..” ucapnya lemah sambil menatap KEY.
 “nde aku usahakan untuk mu sayang…,key jaga Ji eun baik-baik ne, bye….!” Aku melambaikan tangan ku pada mereka.


~At restaurant

Akhirnya aku sampai juga di restaurant ini, aku lihat eomma mertua ku sudah sampai duluan. Aduh… aku jadi tidak enak padanya.
“eomma, mianhae….! Apa Eomma sudah menunggu lama?” Tanya ku
“nde, aku juga baru datang” jawabnya sambil tersenyum
“ada apa eomma, tiba-tiba ingin bertemu dengan ku?” ku lihat ia menhela napasnya, lalu menggenggam tangan ku
“ aku menyayangi mu hanna, kau adalah anak menantu kesayangan ku..” eomma menghetikan perkataan nya dan menatap ku. aku tidak mengerti kenapa tiba-tiba eomma mertua ku berkata seperti itu.
“nde eomma, aku juga menyayangi mu” balas ku
“ aku sangat kawhatir pada mu, Lee Hyuk Jae anak ku itu memang keras kepala, aku sudah suruh dia untuk mendekatkan diri dengan mu… tapi aku rasa aku sia-sia jika berharap padanya.” Aku mengerti maksud eommanim, sekarang..!
“cobalah kau yang mendekatkan diri padanya…”
“aku sudah coba tapi……, tidak bisa eomma” aku tertunduk,
“jangan sedih hanna sayang, aku punya ide” katanya
“mwo-ya??” aku penasaran dengan rencana eomma mertua ku
“kau harus hamil. Dengan itu aku yakin kalian akan menjadi dekat setelah punya anak” hahah aku tertawa dalam hati mendengar perkataan eomma mertua ku ini, jangan kan punya anak, aku saja tidak pernah bisa akur dan dekat dengan namja itu…, bukannya ia sendiri yang mengatakannya tadi.
“eomma, aku tidak yakin..” jawab ku
“wae?? Kau cantik, dan lumayan seksi…! Kau harus sedikit berusaha untuk menggodanya, kau kan belum mencoba” senyumnya penuh arti, aku hanya diam, sungguh geli aku mendengar ucapan eomma mertua ku itu.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~***************~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Dalam perjalanan pulang Otak ku tak henti-hentinya mengingat ucapan terakhir eomma mertua ku, aish… aku tertawa geli mengingatnya. Kata “MENGGODANYA”  ish…, apa dia pikir aku punya wajah wanita penggoda?
Aku lajukan mobil ku, ke suatu tempat…, kemana lagi, kalau bukan ke tempat pribadi ku… ~kekeke.
Aku lihat jembatan tua itu, ingatan ku lagi-lagi melayang ke kejadian 10 tahun yang lalu. Hah..., buat apa aku mengingatnya lagi.
 ~hanna pov end~

Author pov::
Seperti biasa, kegiatan pagi kedua pasangan suami istri ini hambar-hambar saja. Hyuk jae dengan diamnya, dan Hanna dengan usahanya untuk meluluhkan hati namja ini.

At office~
“nyonya Lee, kau dipanggil keruang manager han” ucap sekretaris manager han, dengan nada menggoda saat menyembutkan “nyonya lee”
“nde, min ah~ssi…, kau ini seperti dengan siapa saja, kau teralalu berlebihan ” jawab hanna sambil terkekeh, teman kantornya yang bernama min-ahh juga ikut terkekeh.
“aku hanya mengikuti ucapan menager han “ NYONYA LEE” , bukanya itu panggilannya untuk mu  hanna~yya” katanya terkekeh
“ ~hehehe, sudahlah…! Aku kesana dulu” jawabnya
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~*************~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~tok..tok…
“masuklah…” jawab seseorang dari dalam sana
“ne ada apa tuan?” jawab hanna sopan. Ia melihat sesosok manusia di hadapan manager han.
“ah… hanna~ssi, kemarilah aku ingin memperkenalkan mu dengan seseorang”
“ tuan ini nona Lee Hanna, dia yang akan menjadi sekretaris mu,” orang itu kini berbalik dan menatap hanna. Hanna malah jadi kikuk, menurutnya namja ini sangat manis dan imut
“Hanna, ini tuan Kim Ryeowook. Presedir baru kita, dia anak tuan Kim.”
“senang bertemu dengan mu, nona lee. Aku harap kita bisa jadi partner yang kompak” Jawab namja itu dengan senyum yang manis dan tulus.
“nde, tuan Kim..!” jawab hanna, ia kagum melihat namja ini. Dia sopan, manis, dan baik.
, Hanna mendapatkan kesan yang baik di Hari pertamanya bekerja dengan Ryeowook.

Di lain tempat, namja bernama Lee Hyuk Jae tengah disibukan dengan segudang pekerjaannya, namum kegiatannya harus terganggu dengan kedatangan, wanita paruh baya.
“ HYUK JAE~SSI…..” teriak eommanya
Bruk…, eunhyuk terjengkang kebelakang
“eomma, kau ini kenapa??” katanya sambil memegangi pinggangnya yang sakit
“yak…, kau ini benar-benar keras kepala, mana janji mu eoh??. Aku rupanya salah beharap pada mu?”
“eomma aku…
“apa? Tidak mencintainya? Ya… aku tau aku yang salah…! Tapi apa kau mau terus hidup seperti ini eoh?, kau mau di bunuh oleh ayah mu eoh?” ucap eomma, emosinya meluap-luap.
“yak eomma, suruh saja appa membunuh ku. asal eomma tau aku ini sudah berusaha, tapi aku tidak bisa dekat dengannya,”
“akh…,” eomma memegangi kepalanya, dengan sigap eunhyuk merangkul eommanya
“eomma.., gwenchana?” Tanya hyuk kwatir
“Hyuk Jae, aku menyayangi kalian. Aku menyeruh mu dekat dengannya bukan karena aku egois.., aku hanya ingin melihat kalian saling menyayangi. Kalian sudah menikah, pernikahan bukan lah hal yang main-main. Aku harap kau mengerti maksud ku” kata eomma eunhyuk lemah. Alur pembicaraan mereka mulai lembut
“nado eomma, aku juga menyayangi mu…! Berikan aku waktu untuk menata kembali hati ku.”
“ aku percaya pada mu, kau tidak akan pernah membuat eomma mu ini kecewa.”
“gumawo eomma…”. Eunhyuk memeluk eommanya, hangat dan tenang itulah yang eunhyuk rasakan.
Author pov end~

Ryeowook pov::
Lee hanna, kenapa marganya bukan Kim saja? Aku senang ketika manager han menyebutnya Hanna, tapi mendengar marganya aku ragu.
Gadis itu manis, aku merasa tidak asing dengannya. Pikiran ku kembali melayang ke 10 tahun yang lalu. Apa iya lee hanna adalah kim hanna…?? Mana mungkin…!
Kenapa aku jadi memikirkan hanna, bahkan aku tidak pernah memikirkan gadis lain, selain cinta monyet ku Kim Hanna. ~akh…, aku bingung memikirkannya.
Aku lihat ponsel ku yang tergeletak di laci sebelah tempat tidur ku, jemari ku dengan lihai-nya menekan beberapa nomor, dan DAMN…, kenapa telepon ku tersambung ke kontak Hanna…
“yeobseyo…?” sapa orang di seberang sana
“yeobseyo…, tuan Kim..” sahutnya lagi, untung aku langsung tersadar dari kekaguman ku terhadap jari-jari ku sendiri
“ah,.. nd..nde… hanna~ssi..” jawab ku gugup, aish… kenapa dengan ku?
“ada apa tuan Kim? Apa ada masalah?” tanyanya
“ania.., aku hanya ingin besok kau memberikan beberapa laporan bulan ini pada ku” jawab ku bohong
“ahh, nde…, pagi-pagi sekali aku pastikan semua itu sudah ada di meja mu tuan”
“gumawo hanna~ssi”
“nde, tuan cheonma”
“aku tutup teleponnya nde, good night”
“nde, good night too”
~plip…, aku matikan sambungan telepon ku. ahh.. lega rasanya mendengarkan suara indahnya itu.
~ryeowook pov end

 Hanna pov::
“ good night too,” balasa ku pada namja itu.
Tuan Kim lucu sekali dia.., apa lagi suaranya yang unik, seperti suara gemericik air yang jatuh dari langit. Wajahnya sangat imut, dan senyumnya sangat manis. Dia mengingatkan ku, akan seoarng namja di masa lalu ku, ciri-ciri mereka sama, namun tuan Kim tidak memakai kaca mata setebal namja di masa lalu ku itu. Aku senang bekerja dengannya, hari pertama saja dia sudah memberi ku kesan baik, apa lagi nanti..! aku tidak menyangka presedir Kim, mempunyai anak sebaik Kim Ryeowook.
Jika mengingat kejadian tadi, membuat ku tersenyum, dia konyol sekali, aku tau dia gugup. Haha

“cihh.., benar-benar gadis aneh…! Kau kenapa, mendapat telepond ari pacar mu eoh?” Tanya seseorang yang tidak lain dan tidak bukan adalah suamiku. Kenapa dia yang jadi sewot, dan menatap ku sinis seperti itu?
“ania, ini hanya teman ku oppa” jawab ku tenang
“siapa yang peduli, aku tidak meminta mu menjelaskan siapa yang menelepon mu tadi” jawabnya ketus. Sebenarnya namja ini kenapa? Stress?? Aku rasa begitu. Bukanya dia yang bertanya tadi, sekarang setelah aku menjawabnya dia malah ketus begitu…!!
“terserah oppa lah, aku mau ke dapur dulu”, malas sekali aku berdebat dengan namja satu ini, membuat mood ku yang baik tadi hilang saja.
Saat aku beranjak dari sofa, tangan kekar suamiku menahan lengan ku. aku menatapnya heran,  dia juga sedang menatapku namun lagi-lagi aku tidak bisa membaca tatapannya, namun kali ini aku merasakan ada aura aneh di sekitar tubuhnya, entah itu apa..!
“ap..apa yang  mau kau lakukan op..oppa?” Tanya ku gugup, aku takut dia marah lagi pada ku, dan memukul ku seperti biasa. Dia tidak menjawab pertanyaan ku, malh dia sedang mendekatkan wajahnya pada ku, dekat… semakin dekat… aku pun menutup mata ku…!
“buka mata mu, cih.. dasar gadis mesum..! kau kira aku akan berbuat apa eoh?” aku tersentak aku membuka mata ku,
“dengar kan aku…, aku yakin eomma juga mengatakan hal yang sama pada mu…! Aku belum siap…!, jadi kau jangan terlalu berharap pada ku.” dia membuang pegangan tangannya secara kasar. Sedangkan aku hanya terdiam. “aku belum siap”, kata-kata itu membuat aku sedikit senang, berarti masih ada harapan dia untuk menerima ku bukan?. Aku akan tunggu sampai oppa benar-benar siap.
~hanna pov end~
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~*****************~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Eunhyuk pov::
Aku memandang gadis itu, aku berusaha mencari sesuatu dari manik matanya. Aku lihat sebuah ketulusan dan kesabaran.., kau gadis yang hebat Kim Hanna. Dekat.. dan semakin dekat ku pandang wajahnya, hati ku berdegup kencang….! Buru-buru aku memalingkan pandangan ku dari nya, aku belum siap dengan semua ini…! aku tidak ingin berubah kerena eomma atau siapapun, aku hanya akan berubah jika aku menginginkanya.
Aku memilih menemui donghae, di sebuah club malam. Aku sudah pusing dengan tuntutan eomma, di tambah aku sangat merasa tidak enak pada Hanna, atas perlakuan ku selama ini.
At club~~
Aku memincikan mata ku, untuk mencari keberadaan donghae. Aku melihatnya sedang bermesraan dengan gadis-gadis tak jelas di club ini, sambil melambaikan tangannya pada ku.
“kau kenapa lagi? Bertengkar lagi?” jawabnya menyelidik, dia seakan sudah hafal kebiasan ku. tapi kali ini ia salah.
“ania…,” jawab ku singkat, sambil meminum wine yang sudah aku pesan sebelumnya
“lalu…” tanyanya penasaran
“ aku bingung donghae~ssi, sebenarnya rasa benci ku sudah perlahan menyusut…, tapi..”
“tapi apa? Kau mau mengatakan kau malu dengan perlakuan mu pada Hanna? Siapa suruh memperlakukan yeoja sebaik dia seperti itu, kau menyesal sekarang eoh?”. Aku hanya mengangguk mendengar perkataan donghae
“ sudah ku duga, aku sudah bilang dari awal kan pada mu?”
“bukan hanya, malu atas sikap ku selama ini. tapi aku belum siap”
“belum siap?? belum Siap untuk apa?, jangan kau bilang kau masih mengharapkan Yuri?”
“aku tidak tau..! tapi Yuri lah wanita pertama yang membuat ku benar-benar jatuh cinta pada seorang yeoja, mungkin yang kau katakana itu benar, aku belum bisa melupakan Yuri.”
“come on hyuk jae, kau bahkan tidak tau Yuri ada di mana saat ini.”
“ dia pergi karena aku menyakitinya, aku yang salah” ungkap ku sedih
“aish.., tenanglah sedikit…”, aku hanya diam tanpa mau menanggapi ucapan donghae. Aku tuangkan lagi minuman ke dalam gelas ku.
Beberapa saat kami terdiam, dia tengah asik bersama yeoja-yeojanya itu, sedangkan aku asik bepaut dengan pikiran ku yang kosong.
“omo…, lihat itu hyuk jae…” seru donghae, yang membuat aku melihat apa yang ia tunjukan.
Yuri… itu benar yuri, dia sedang asik berdansa dengan seseorang lelaki. Aku yang masih setengah mabuk mendekatinya, langkah kaki ku disusul oleh donghae.
~BUUGGG…`
Aku layangkan pukulan pada laki-laki itu.
“yak… kau apa-apaan eoh?”
“ kau yang kenapa?, kau tidak boleh dekat dengan namja itu..” perintah ku
~PLAK…,
 dia menampar ku. jadi seperti ini rasanya…, sakit…. Namun bukan di badan tapi di dalam hati ku. apa seperti inikah sakit karena penolakan dari orang yang kita sayangi, apa inikah rasa yang  juga Hanna alami selama ini?
“dengar aku namja b****s*k, aku bukan yeoja mu lagi…, jadi jangan pernah kau mengatur ku. mengerti?” bentaknya pada ku, lalu pergi bersama namja nya itu, aku hanya diam memantung.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~*************~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Aku membenci mu Kwon Yuri, dengan mudahnya kau melupakan ku. sedangkan aku di sini harus membenci istri ku karena masih mencintai mu. Aku teguk semua minuma keras itu “hyuk jae~yya. Hentikan ini…” suara dongahe yang tak ku gubris sedikit pun. Alhasil aku mabuk parah, dan tak ingat apa-apa lagi.
~eunhyuk pov end

Author pov::
Donghae membawa eunhyuk yang sudah mabuk berat itu ke appartement miliknya.
sementara itu, hanna yang sedari tadi kawhatir karena ulah eunhyuk yang tak kunjung pulang, memutuskan untuk menelepon eunhyuk.
“yeobseyo….?” Sapa seseorang, namun itu bukan suara eunhyuk suaminya
“yeobseyo, eunhyuk oppa?”
“aku donghae, hanna~ssi, eunhyuk sedang menginap di rumah ku dan sekarang sudah tertidur”
“ohh, apa dia baik-baik saja, oppa?”
“nde, dia tidak apa-apa hanna~sii” bohong donghae
“baiklah, aku titip dia dengan mu dulu ne?”
“nde.., kau tenang saja”
“baiklah..”
~plip.., telepon terputus.
Hanna memamdangi foto pernikahannya dan eunhyuk yang terpangpang di dingding ruang tamu mereka.
“ oppa, aku yakin kau akan berubah..”
~author  pov end

|||||||||||||||||||||||||||||\********************/||||||||||||||||||||||||||||||||

Hanna pov::
Akhir-akhir ini aku di sibukan dengan pekerjaan ku yang menumpuk bagai gunung. Tak jarang aku mengambil lembur,dan  tidak pulang. Lagi pula buat apa kau pulang, tidak ada siapa-siapa di sana, eunhyuk oppa sedang pergi keluar negeri untuk bisnisnya selama 2 minggu. Untung aku mempunyai bos yang baik seperti kim ryeowook. Jika aku lembur dia juga ikut membantu ku, jadi aku tidak sendirian. Sungguh bos yang pengertian.
Aku akui hubungan ku sangat dekat dengan bos ku ini, meski baru 1 bulan aku mengenalnya namun, aku merasa nyaman dengannya,. Setiap bersamanya pun aku teringat dengan cinta masa kecil ku. lucu sekali bukan…??
Akhirnya sore ini, aku bisa pulang lebih awal, karena pekerjaan ku yang seperti gunung itu telah selesai, aku tinggal memberikannya kepada tuan Kim. Namun sepertinya perjalanan ku keparkiran harus terhenti oleh panggilan tuan Kim.
“ hanna~ssi, tunggu…!”
“nde tuan, waeyo…?”
“apa malam ini kau ada acara?, bagaimana kalau kita makan malam bersama?” .
aku mengernyitka dahi ku, untuk apa dia mengajak ku makan malam?
“mianhae tuan Kim, tapi aku rasa aku tidak bisa. Suami ku hari ini kembali dari paris. aku harus menemuinya, mianhae” kata ku sopan
~hanna pov end

Ryeowook pov::
“mianhae tuan Kim, tapi aku rasa aku tidak bisa. Suami ku hari ini kembali dari paris. aku harus menemuinya, mianhae” DUARRR…,
suami?? Suami dia bilang?? Kenapa aku tidak tahu kalau dia sudah menikah, akh…. Aku terlambat sepertinya…!
“suami…?” Tanya ku
“ ne, mianhae…! Aku mungkin belum pernah bercerita tentang hal ini, aku sudah menikah.., nama asli ku adalah  KIM HANNA, hanya saja aku sering di panggil Nona Lee oleh orang-orang di kantor ini.”
Mwo??  KIM HANNA???, namanya Kim Hanna?? Nama itu kan?? Aish…!
“ohh, mianhae aku tidak tau…! Baiklah mungkin lain kali… aku tau kau pasti sudah merindukan suami mu…!,. aku tersenyum padanya, baru kali ini aku tersenyum karena terpaksa.
“nde, aku pergi dulu tuan kim, anyeong..!”
Aku hanya melihatnya, jauh.. semakin menjauh… dan benar-benar leyap dari pandangan ku.
Kim Hanna, you are my girl.., my little girl.., I miss you…, finally I can meet you again…! But it’s too late…….!!
~ryeowook pov end

Author pov::
Akhirnya hanna sampai juga di apprtementnya setelah berkutat dengan keadaan jalanan seoul…!
Ia membuka perlahan pintu apartment, lalu memasuki kamar eunhyuk, dia melihat suaminya sedang tertidur pulas…,
 “mata mu saat tertidur sangatlah teduh, bisakah kau tetap meberikan keteduhan itu saat kau bangun nanti??” senyum hanna.
Dia berlalu ke dapur dan memasak untuk suaminya, suatu perubahan yang kini mulai terlihat adalah, eunhyuk sudah mau memakan masakan Hanna.
Dengan terampil tangan Hanna menata meja makan dengan indah, ia tidak menyadari ada seseorang yang sedang memperhatikan setiap gerak-geriknya. Orang itu menyunggingkan sebuah senyuman tipis, namun orang itu mengembalikan raut wajanhya dingin seperti sedia kala, setelah Hanna menyadari kehadirannya.
“oppa sudah bangun,? oppa mau mandi atau makan dahulu?” tawar hanna, pada suaminya itu. Namja itu hanya diam dan mendekat lalu duduk di salah satu kursi meja makan itu.
“apa ada pesta malam ini?”   tanyanya ketus, raut wajah hanna yang semula senang berubah menjadi sangat kecut, namun ia tetap tenang
“ania…, hanya saja aku ingin memasak semua ini untuk mu..”
“ohhh…” hanya jawaban itu yang harus Hanna dengar dari mulut namja itu,
Memang bukan kata “gumawo” atau “gamsahamida chagi-ahh”. Ah…kata yang terakhir mungkin terlalu jauh untuk di harapkan…! Hanna tersenyum walaupun eunhyuk hanya menjawab dengan ber-OHH ria, baginya sudah cukup senang Eunhyuk mau memakan masakannya.
Dia pun ikut duduk, menemani Eunhyuk makan.
“oppa mau aku ambilkan?” tawarnya
“tidak usah, aku bukan anak kecil…”
Hanna masih sabar, dengan jawaban suaminya yang ketus itu. Hanna memandangi diam-diam cara eunhyuk makan…, dia sungguh-sungguh merindukan namjanya itu…, 2 minggu tidak bertemu membuat hidup hanna cukup sepi.
“wae??” , Tanya eunhyuk tiba-tiba, di sadar jika sedari tadi hanna memperhatikannya diam-diam
“a… ania…!, aku, aku.. mandi dulu ne..” jawab hanna gugup tertangkap basah oleh suaminya sendiri. Dia berlari menuju kamar.. eunhyuk hanya memandangnya aneh….

At morning
hanna menyiapkan sarapan untuk suaminya, namun pekerjaannya sedikit terusik oleh kehadiran eunhyuk sambil meyodorkan sebuah map.
“ini….
“apa ini oppa..” Tanya Hanna kebingungan
“surat cerai…” jawab eunhyuk datar.
“mw…mwo….????, ini tidak lucu oppa, apa kau sedang bercanda…?”. Hanna meyakinkan ucapan Eunhyuk tersebut, tak terasa matanya sudah mulai berkaca-kaca
“aku tidak bercanda, aku pikir ini memang yang terbaik…!, jika kau sudah selesai, berikan nanti pada ku, aku pergi ke kantor dulu”. Eunhyuk melongos pergi
Tubuh Hanna merosot, air matanya tak bisa di bendung lagi… “oppa wae?? Kenapa kau jahat? Aku pikir kau sudah mulai berubah, tapi tidak… huawah.. T_T
“aku mencintai mu oppa…, jeongmal saranghae…
Hanna terus menangisi suaminya.
Sementara di luar pintu appartement, eunhyuk bersandar pada pintu itu.
“mianhae, jeongmal mianhae… aku buka lelaki yang pantas mendampingi mu.., aku hanya akan menambah luka hati mu…, sebelum terlambat lebih baik begini.., bercerai…! Mianhae..., nado… nado saranghae….!” Ucap eunhyuk lalu pergi.
di sepanjang jalan Eunhyuk tak henti-hentinya memikirkan hal tadi…, pikiranya kosong. Sebenarnya ia malu dengan apa yang ia lakukan selama ini pada Hanna. Ia berpikir,lebih baik jika ia pergi dari kehidupan gadis itu…, ia tidak yakin akan drinya sendiri, bahwa ia akan bisa membahagiakan gadis itu.
~author pov end~

Ryeowook pov::
Ini sudah jam 9, tapi Hanna belum juga datang. Kemana dia? Apa dia sakit?. Lebih baik aku menelponya saja, aku mengeluarkan ponsel ku dan memencet kontak Hanna
Namun yang menjawab orang lain, seorang wanita dari operatornya, aish -_-
Dia tidak bisa di hubungi kemana dia hari ini, baiklah… kim ryeowook tenang…!, tanyakan saja dulu pada teman-temanya siapa tau mereka mengetahui dimana Hanna sekarang. Aku menuju ruang kerja karyawan lain, numun aku mendengar mereka sedang bergosip, dasar wanita….! Aku menguping pembicaraan mereka dari balik tembok ternyata tentang Kim Hanna (*oppa kepo dech :p).
“nona Lee, tidak masuk hari ini?” Tanya seorang karyawati
“apa dia sakit??” Tanya yang lain
“aish.. paling dia sedang ada masalah lagi dengan suaminya” komentar karyawti lainya
“ ya, mungkin saja.., aku dengar pernikahan mereka hanya karena uang, alias perjodohan…! Aku yakin dia tidak bahagia dengan pernikahannya” tambah yang Saturday
“ itu sudah pasti, hanna yang dulu ceria tiba-tiba berubah menjadi gadis pemdiam sejak pernikahanya, apalagi yang membuat ia begitu kalau tidak karena tertekan dengan sikap suaminya”
“ memang apa yang suaminya lakukan,sepertinya kau tau banyak tentang hanna?? Tanya seorang karyawati itu. Dasar… ingin tau saja dengan urusan orang lain. (*nah, oppa juga kepo,// wookppa:: diem lo thor))
“ kalian tau tidak, saat aku dan dia pergi ke pulau jeju, untuk bertemu klien..! aju dan dia satu kamar, saat dia tertidur aku tak sengaja memperhatikan wajahnya, ternyata wajahnyatanpa meke up, sangat mengerikan…, ada lebam di sekitar bibir dan pipinya…! Akun yakin suamnya lah yang melalkukan hal itu..!”
“ishh, kasian sekali ya hanna”
“iya aku tak menyangka jika presedir LEE, mempunyai anak berperangai kasar, ck..!” ungkap karyawati yang lain.
Aku sudah tak tahan…, apa benar yang karyawati tadi katakana? Jika benar… jahat sekali namja itu…, perasaan ku semakin tak enak, aku meminta alamat appartement Hanna, kepada Manager Han. Namun sayang di sana aku tidak menjuapai siapa-siapa. Aish.. kemana kau pergi Hanna? Aku menghawtirkanmu.
Aku telurusi seluruh kota seoul, namun nihil….! Ini sudah sore namun aku tidak menemukannya..!. aku sungguh kacau hari ini, aku memutuskan pergi ketempat pertama kalinya aku bertemu dengannya.
~ryeowook pov end
+++++++++++++++++++++|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||++++++++++++++++++++++++++++
Hanna pov::
Aku kacau, aku sudah muak dengan ini semua, aku membenci keadaan ini..! harapan ku padanya kini sia-sia. Aku pikir ia bisa berubah, namu tidak…! Aku membenci mu..! aku membenci mu oppa.
Aku berjalan gontai menyusuri jembatan tua ini, dan berheti saat aku berpikir sudah tak sanggup lagi untuk berjalan, aku dekati sisi jembatan itu…, bersiap untuk terjun dan melupakan semua hal yang aku alami.., maaf kan aku, eomma, appa dan semua orang yang ku kecewakan setelah ini aku menyayangi kalian. sarangheyo Tuan Lee Hyuk Jae….! SELAMAT  TINGGAL
Grepp…
Aku rasakan tubuh ku telah terjatuh, namun tidak sakit…!
“yak… apa yang kau lakukan eoh? Apa Kau ini sudah gila?” suara unik namja itu terdengar lagi, aku membuka mata ku, Tuan Kim
“aku mungkin, segera menjadi orang gila, jika aku terus di tekan oleh masalah ku..”
“kau jangan bodoh, fikirkan orang tua mu, dan setelah kau berhasil bunuh diri, kau kira masalah akan selesai eoh?”
Aku terdiam mendengar kata-katanya, aku mencerna kata-kata bos ku ini, dia benar.. aku tak seharusnya berbuat sejauh ini.
“aku memang pabo.., pabo…” kata ku sambil memukul kepala ku
“tenanglah Hanna~ssi, jangan sakiti diri mu lagi nde?”.  dia memeluk ku kali ini, sungguh hangat dan nyaman.
“kajja kita pulang… aku akan mengantar mu..” tawarnya
“ania…, aku tidak ingin pulang kemana pun, termasuk rumah orang tua ku, aku sedang kacau saat ini, aku tidak ingin mereka kahwatir melihat ku”
“nde baiklah.., bagaimana kalau kau tinggal di apptement ku, di sana tidak ada siapa-siapa aku membelinya hanya untuk membantu sahabat ku, bagaimana? “ tawarnya lagi, dia benar-benar baik…, god aku sungguh beruntung memiliki bos sepertinya.
“apa kau tidak akan repot?” Tanya ku
“ania…, sama sekali tidak…”
“gamsahamida tuan kim, gamsahamida…
“nde, cheonma” balasnya dengan senyum yang semakin membuat ku yakin, aku pernah menemukan senyum seperti itu dulu…!
~~~~~~~~~~~~~~||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||~~~~~~~~~~~~~~~~~

Eunhyuk pov::
Aku melihat rumah ku sepi, kemana Hanna, apa dia sudah pergi? Baguslah jika ia bisa menerima ini,, aku sungguh ragu dengan diri ku sendiri, aku tidak yakin aku bisa membahagiakan dirinya.., meski aku tau dia mencintai ku, dan begitupula dengan ku, aku sudah mulai mencintainya.. entah sejak kapan.., 2 minggu di paris membuat hati kosong tampa melihatnya, namu jika ingat sikap ku padanya, aku  malu.., dan aku ragu…!
Sepertinya ia sudah benar-benar pergi, ini sudah sangat larut malam. huf~~ aku menatap sofa di ruang tamu, yang sering digunakan hanna untuk tidur. Mianhae aku telah membuat mu tidur di sini. Aku baringkan tubuh ku di atas sofa, aku menerawang mengingat masa-masa di mana aku masih bersamanya. Aku kira aku harus terbiasa tanpanya setelah ini. Nan Bogoshipo…, jeongmal bogoshipo. Aku pun terlelap dalam tidur ku.

!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!+++++++++++++++++++++!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

aku berencana pergi ke pengadilan sekarang, namun aku urungkan niat ku. aku menyinpan kembali map yang berisi surat perceraian itu. Aku ingin mencari Hanna, aku belum sempat mengucapkan kata MAAF dengan sopan padanya, sebelum aku benar-benar berpisah dengannya.



TBC